Friday, March 6, 2009


Satria Jagat Manunggal (SJM) Adalah sekumpulan orang-orang biasa yang ingin selalu belajar untuk mendekatkan diri ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa...dengan Motto : yang rusak diperbaiki, yang sudah baik dipelihara

“ Om Ano Bhadrah Kratawo Yantu Wiswatah “
(Semoga Pikiran yang Baik Datang dari Segala Penjuru)

Om swastyastu,

Membangun Pura atau tempat suci sebagai tempat Tuhan, Dewa atau Leluhur, dapat membantu dan membimbing para mahluk dari yang kurang baik jadi lebih baik, dari baik jadi lebih baik lagi. Pura yang di bangun, tidak akan memilih dan mengundang umat yang baik, dan melarang serta tidak menerima umat yang tidak baik, atau sebaliknya. Dengan demikian, Pura selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh umatnya tanpa perbedaan.

Selanjutnya dalam pembinaan spiritual, kita harus dapat pula membangun Pura sejati yang sebenarnya. Pura sejati ini bukan sebatas bentuk Pura yang kita bangun dalam bentuk bangunan gedung. Pura sejati ini adalah Pura yang harus kita bangun dengan fondasi pembinaan spiritual. tidak menerima umat yang tidak baik, atau sebaliknya. Dengan demikian, Pura selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh umatnya tanpa perbedaan.

Pura Spiritual yang sebenarnya ini adalah Tubuh, Ucapan, dan Kesadaran sendiri. Dimana Kesadaran sebagai Tuhan, Ucapan sebagai Dharma, dan Tubuh sebagai wadah yang bersih. Sebagai pembina spiritual, yang setiap hari melatih Tubuh, Ucapan, dan Kesadaran dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya mereka telah membangun Pura spiritual yang sebenarnya dalam diri. Sehingga setiap saat dan dimana saja, mereka selalu menjadi satu kesatuan didalam Tuhan-Dharma-dan wadah atau tempat yang bersih.

Seperti halnya Pura-pura yang ada diluar tubuh, yang selalu memberikan pelayanan welas asih untuk membantu dan membimbing para umat tanpa perbedaan.
Demikian pula Pura spiritual dalam diri, sehingga Tubuh, Ucapan, dan Kesadaran kita harus selalu sesuai dengan gambaran welas asih yaitu membantu para mahluk dari yang kurang baik jadi lebih baik, dari baik jadi lebih baik lagi tanpa harus membedakan.
Sehingga, orang-orang yang telah berbuat kebaikan disekitar kita, akan kita layani dengan baik.
Demikian pula orang-orang yang berbuat kurang baik, akan kita layani lebih baik lagi. Sehingga yang telah baik menjadi lebih baik, dan yang kurang baik akan menjadi baik. Inilah jalan pembinaan para mahluk spiritual yang telah memiliki Pura Sejati dalam diri.
Puncak spiritualitas bagi sang pencari “kebenaran’ terletak pada aktualisasi kehidupannya sehari-hari, seperti orang bijak berkata “tempat ibadahku adalah keseharianku”. TRI KAYA PARISUDHA (Berfikir yang baik, berkata yang baik dan berbuat yag baik)
Satria Jagat Manunggal klan Lotus Putih berdiri di Denpasar - Bali pada tanggal 27 Pebruari 2009 didasari oleh keinginan untuk menjaga dan menggali warisan para pendahulu atau leluhur serta belajar untuk memahami dan mencapai puncak dari “sang spiritualitas” hingga mendekati sempurna berdasarkan ajaran Hindu Bali.

Satria Jagat Manunggal atau SJM klan Lotus Putih bukanlah suatu aliran, geng atau perguruan, tetapi adalah kelompok pesemetonan (persaudaraan) yang mana tujuan dari didirikan kelompok ini sebenarnya lebih banyak menekankan kepada kelompok suka – duka, saling tolong menolong, tempat untuk berbagi, dan belajar untuk menjadi sabar serta mengajak generasi muda untuk menjauhi hal – hal yang kurang baik (narkoba, dunia pelacuran, tindak kriminal yang melanggar hukum), menjaga kerukunan dan saling menghormati antar sesama generasi muda Hindu secara khusus, dengan umat yang lain secara umum, bertirta yatra, dan mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa tanpa melupakan tradisi, menghargai dan menghormati para dewa dan dewi (bethara - bethari ), para leluhur, Jin, mahluk gaib dan sebagainya.

Kami sadari bahwa setiap manusia memiliki jalan masing-masing untuk kembali kepada Nya dan banyak sekali terdapat kekurangan di dalam kelompok SJM klan Lotus Putih yang terdiri dari berbagai macam watak dan karakter manuisia yang berbeda baik dari segi spiritualitas, pengetahuan dan lain-lainya, tapi marilah secara arif dan bijaksana bersama-sama disini kita saling belajar dan berbagi pegetahuan untuk membangun “pura sejati” di dalam diri kita masing-masing dan membangun Bali pada khususnya agar suatu saat nanti Bali bukan lagi menjadi sebuah tontonan bagi masyarakat umum tapi Bali kembali bangkit menjadi sebuah tuntunan bagi umat beragama.

Semoga Tuhan melindungi dan memberkati kita semua, Om awignam astu namo sidham.


Om cantih, cantih, cantih, Om



Contact Person :

Dek Gus : 081999778838
Made Sasra : 081999212170

Sekretariat : Jln Imam Bonjol No. 49 Denpasar, Bali